KONSEP DASAR ILMU KIMIA
Nurwahyudi
¡ Materi: segala
sesuatu yang memiliki ruang dan massa
¡ Perubahan Fisis:
perubahan materi yang tidak disertai perubahan sifat dan komposisi
¡ Unsur : zat
murni, dengan reaksi kimia biasa (bukan
reaksi nuklir) tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana
¡ Senyawa : zat
murni yang dapat terurai dengan cara reaksi kimia
¡ Filtrasi :
Proses pemisahan dengan teknik penyaringan
¡ Rekristalisasi :
memperoleh kristal murni yang bercampur dengan pengotornya
¡ Destilasi :
memisahkan campuran dalam bentuk larutan cair
¡ Kromatografi:
memisahkan campuran dari ukuran molekul rendah sampai tinggi
¡ Atom bermuatan
negatif disebut anion
¡ Atom bermuatan
positif disebut kation
¡ Rumus Molekul
menyatakan jumlah total
atom-atom tiap unsur dalam molekul pada senyawa berbentuk molekular, contoh
Benzena (C6H6)
§ Rumus empiris
rumus kimia yang menunjukkan
perbandingan relatif atom-atom suatu senyawa yang paling sederhana, contoh
benzena (CH)
STOIKIOMETRI
¡
Hukum Kekekalan Massa (Hukum
Lavoisier)
“Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”.
Contoh:
S + O 2 → SO 2
2 gr 32 gr 64 gr
“Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”.
Contoh:
S + O 2 → SO 2
2 gr 32 gr 64 gr
¡
satu mol adalah sejumlah zat yang mengandung 6,02 x 10^23 partikel
¡
mol = Jumlah partikel / 6,02 x 10^23
¡
mol = gram / Ar
¡
mol = gram/Mr
¡
Setiap satu mol gas apa saja keadaan standard (0oC, 1 atm) mempunyai volume : 22, 4 liter
¡
mol = Volume / 22,4
¡
perbandingan koefisien = perbandingan mol = perbandingan volume
¡
penyetaraan “hukum Avogadro”
H2 + O2
à H20 disetarakan menjadi 2H2 + O2 à 2H2O
STRUKTUR ATOM
|
Keterangan:
|
|
X =
lambang unsur
|
|
A = nomor
massa = jumlah proton + jumlah neutron
|
|
Z = nomor
atom = jumlah proton = jumlah elektron
|
|
A – Z =
jumlah neutron
|
·
Nomor massa (A) menyatakan banyaknya proton dan neutron yang menyusun inti atom suatu
unsur.
·
Nomor atom (Z) menunjukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah elektron dalam
atom tersebut.
Berikut adalah pengertian
isobar, isotop, dan isoton.
1.
Isobar adalah atom-atom
yang memiliki nomor massa yang sama tetapi nomor atom berbeda.
2.
Isotop adalah atom-atom
yang memiliki jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron berbeda.
3.
Isoton adalah atom-atom
yang memiliki jumlah neutron yang sama.
Konfigurasi elektron
adalah penataan elektron pada kulit atom. Elektron valensi adalah elektron yang
berada pada kulit terluar atom. Jumlah maksimal elektron yang dapat menempati
suatu kulit dirumuskan 2n2, n adalah kulit ke-n.
STRUKTUR MOLEKUL
¡ Molekul
dibentuk oleh 2(dua) atau lebih atom. Molekul dapat didefinisikan sebagai
kelompok atom yang terikat dengan kuat, dengan ikatan antar
kelompok atom sejenis yang relatif lemah. Dalam setiap molekul,
atom-atom terikat oleh gaya tarik-menarik yang kuat, biasanya berbentuk ikatan
primer . Sebaliknya , ikatan antar molekul
adalah lemah karenanya dalam batas-batas tertentu setiap molekul dapat bergerak
dengan bebas.
¡
Ikatan Ionic
(elektrovalen)
Ikatan Ionic
(elektrovalen)
§ Secara umum ikatan ionic terjadi antara
kation dan anion dari golongan-golongan berikut:
|
Golongan Kation
|
Golongan Anion
|
|
Logam
Alkali (IA), Logam Alkali Tanah (IIA), Logam III A dan logam IV A dan Logam
Transisi (gol. B)
|
Halogen
(VIIA), Kalkogen (VI A) dan golongan nitrogen (VA)
|
§ Ikatan
Kovalen : Pada
suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2,
Cl2, CO2), cair (misalnya:H2O dan HCl),
ataupun berupa padatan.
IKATAN KIMIA
§ Ikatan
antar atom logam – nonlogam (ikatan ionic)
1) Adanya
serah terima electron
2) Terbentuk
ion + dan ion –
3) Adanya gaya
coloumb
4) Ikatannya
lemah
§ Ikatan
antar atom nonlogam – nonlogam (ikatan ionic)
1. Adanya
electron digunakan bersama
2. Tidak
membentuk ion
3. Tidak ada
gaya coloumb
4. Ikatannya
kuat
i.
Polar
Ø Harga
keelektronnegativannya tinggi
Ø Contoh :
HCl, HF, HBr, H2O
ii.
Nonpolar
Ø Harga
keelektronnegativannya rendah
Ø H2, CO2,
C6H12O6
§ Ikatan
ionik :
GARAM:
ü N2Cl
ü KBr
ü KIO3
ü FeCl3
ü NaNO3
BASA:
ü NaOH
ü KOH
§ Ikatan
kovalen :
POLAR
ü HCl (asam)
ü H2SO4
(asam)
ü HBr (asam)
ü NH4OH
(basa)
NONPOLAR
ü H2
ü CO2
SISTEM PERIODIK
1. Kelogaman
§
Dalam 1 golongan dari atas ke bawah
sifat logam semakin bertambah (makin logam).
§
Dalam 1 perioda dari kiri ke kanan sifat
logam makin berkurang
2. Jari-Jari atom (ra)
Yaitu : jarak dari
inti atom sampai kulit terluar.
§
Dalam 1 golongan dari atasa ke bawah ra
semakin besar.
§
Dalam 1 perioda dari kiri ke kanan a
makin kecil.
3.
Potensial Ionisasi/ Energi ionisasi (EI)
Yaitu : Energi yang diperlukan oleh suatu unsur untuk meleaskan satu elektron
di
kulit terluar
§
Dalam 1 gologan dari atasa ke bawah EI
makin berkurang.
§
Dlam 1 perioda dai kiri ke kanan EI
makin bertambah.
4. Afinitas elektron (AE)
Yaitu : energi yang
dilepaskan oleh suatu unsur untuk menangkap 1 elektron dari unsur yang lain.
§
Dalam 1 golongan dari atas ke bawah AE
makin berkurang.
§
Dalam 1 Perioda dari kiri ke kanan AE
makin bertambah.
5. Elektonegatifitas
Yaitu : Kemampuan suatu atom untuk menangkap satu
elekktron dari atom lain dalam pembenrukan senyawa.
§
Dlam 1 golongan dari atas ke bawah
elektronegatifitas makin berkurang.
§
Dalam 1 golongan dari kiri ke kanan
elektronegatifitas makin bertambah.
KESETIMBANGAN KIMIA
Ciri-Ciri Kesetimbangan kimia
¡ Hanya terjadi dalam wadah tertutup, pada suhu dan tekanan tetap
¡ Reaksinya berlangsung terus-menerus (dinamis) dalam dua arah yang
berlawanan
¡ Laju reaksi maju (ke kanan) sama dengan laju reaksi balik (ke kiri)
¡ Semua komponen yang terlibat dalam reaksi tetap ada
¡ Tidak terjadi perubahan yang sifatnya dapat diukur maupun diamati.
Pengaruh Temperatur terhadap kesetimbangan kimia
§
Apabila temperatur sistem dinaikkan maka
reaksi kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
§
§
Apabila temperatur sistem dikurangi maka
rekasi kesetimbangan akan bergeser ke arah zat yang melepaskan kalor
(eksoterm).
§
§
Contoh : Pada persamaan reaksi
§
[A] + [B] <==> [C] H =
-X
§
[C] merupakan reaksi eksoterm
(melepaskan kalor) dan [A] + [B] merupakan reaksi endoterm (membutuhkan
kalor).
Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).
Apabila temperatur dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm).
Apabila temperatur diturunkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kanan karena jika temperatur sistem dinaikkan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm).
§ Persamaan
atau rumus umum kesetimbangan kimia yaitu,
TERMOKIMIA
Hukum Termokimia
¡
Azas kekekalan energi
menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi
energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
¡
Jumlah energi yang
dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E).
¡
Jika sistem menyerap
kalor, maka E > 0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor, maka E < 0
¡
Hubungan antara energi
dalam. kalor dan keda diumuskan dalam hukum termodinamika.
·
ΔE = q + W
Keterangan:
ΔE =
perubahan energi dalam
q
= jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
q
=+ jika sistem menyerap / menerima kalor
q
= – jika sistem melepaskan kalor
w
= jumlah kalor yang diterima/dRakukan sistem
w
=+ jika sistem menerima kerja
w
= – jika sistem melakukan kerja
Sistem dan Lingkungan
¡
Sistem adalah sejumlah zat
atau campuran yang di pelajari sifat-sifat dan perilakunya (bagian dari
alam semesta yang sedang jadi pusat perhatian). Sedangkan lingkungan
adalah segala sesuatu di luar sistem.
¡
Interaksi antara sistem
dan lingkungan dapat berupa pertuakaran materi dan energi.
Entalpi Reaksi Berdasarkan Data Perubahan
·
p A + q B → r C + s D
ΔHreaksi = ΔHofhasil – ΔHof pereaksi
Energi Ikatan
·
Energi Ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1
mol senyawa dalam keadaan gas menjadi atom atom gas. Secara Umum :
ΔHreaksi = ΔHofpereaksi – ΔHofhasil
WUJUD ZAT
Berdasarkan wujud
fisiknya, materi dapat diklasifikasikan menjadi tiga wujud, yaitu wujud gas,
wujud cair dan wujud padat..
·
Gas
mempunyai kecenderungan berdifusi mengisi ruang yang tersedia, bentuknya
ditentukan oleh bentuk wadahnya dan dapat dimampatkan. Dalam wujud gas, oleh
karena gaya antar molekul gas sangat kecil, dapatlah dikatakan sifat-sifat
fisika gas ini tidak atau sedikit sekali bergantung kepada komposisi kimianya.
Sifat fisika gas bergantung kepada :
- Volume (V) - Suhu (T)
- Tekanan (P) - Jumlah mol Gas (n)
- Volume (V) - Suhu (T)
- Tekanan (P) - Jumlah mol Gas (n)
·
Zat
padat mempunyai ciri-ciri :
- Bentuk dan volume tetap
- Tidak dapat dimampatkan
- Laju difusi mudah.
Bentuk zat padat dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Kristal :
Yang terjadi apabila zat padat terbentuk secara berlahan lahan, sehingga molekul-molekulnya sempat menyusun diri dalam suatu struktur tertentu
b. Amorf : ( tanpa bentuk) :
Yang terjadi apabila pembentukan zat padat terjadi secara cepat, sehingga molekul-molekul membeku pada kedaan kacau.
- Bentuk dan volume tetap
- Tidak dapat dimampatkan
- Laju difusi mudah.
Bentuk zat padat dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Kristal :
Yang terjadi apabila zat padat terbentuk secara berlahan lahan, sehingga molekul-molekulnya sempat menyusun diri dalam suatu struktur tertentu
b. Amorf : ( tanpa bentuk) :
Yang terjadi apabila pembentukan zat padat terjadi secara cepat, sehingga molekul-molekul membeku pada kedaan kacau.
·
Dalam
zat cair gaya tarik antar molekul cukup kuat dan membatasi gerakan molekul
dalam volume tertentu saja, tetapi tidak cukup kuat untuk mengikat molekul itu
pada tempat tertentu.
Dalam batas-batas volume itu, molekul itu bergerak di sekitar molekul lainnya. Zat cair dapat mengalir, karena itu pula bentuknya mengikuti wadahnya
Gaya tarik antar molekul pada zat cair mengikat molekul menjadi berdekatan satu sama lain. Karena molekul-molekulnya rapat satu sama lain, zat cair tidak dapat
dimampatkan. Demikian pula perubahan suhu hannya menyebabkan perubahan volume sedikit.
Dalam batas-batas volume itu, molekul itu bergerak di sekitar molekul lainnya. Zat cair dapat mengalir, karena itu pula bentuknya mengikuti wadahnya
Gaya tarik antar molekul pada zat cair mengikat molekul menjadi berdekatan satu sama lain. Karena molekul-molekulnya rapat satu sama lain, zat cair tidak dapat
dimampatkan. Demikian pula perubahan suhu hannya menyebabkan perubahan volume sedikit.
REDOKS
Dengan menggunakan konsep bilangan oksidasi, maka suatu reaksi
yang rumit dapat diketahui zat mana yang mengalami reduksi dan oksidasi.
Contoh:
Reaksi
: CuO(s) + H2(g) → Cu(s) + H2O(g)
Menurut
konsep oksigen pada reaksi diatas, terdapat dua reaksi, yaitu:
Reaksi
reduksi : CuO → Cu
Reaksi
oksidasi : H2 → H2O
Bila
dihitung bilangan oksidasinya, maka
Reaksi
reduksi : CuO → Cu
(Bilangan
oksidasi Cu pada CuO = +2 dan pada Cu = 0)
Reaksi
oksidasi : H2 → H2O
(Bilangan
oksidasi H pada H2 = 0 dan pada H2O = +1)
Dari
contoh reaksi tersebut dapat disimpulkan bahwa:
Reaksi
oksidasi adalah reaksi yang disertai dengan kenaikan bilangan oksidasi. Reaksi
reduksi adalah reaksi yang disertai dengan penurunan bilangan oksidasi. Reaksi
oksidasi dan reaksi reduksi umumnya terjadi secara bersamaan dalam satu reaksi,
maka kemudian disebut reaksi redoks.
Aturan menentukan bilangan oksidasi
·
Atom unsur murni yang belum berikatan
memiliki biloks 0
·
Biloks molekul unsur seperti H2, Cl2,
Br2, N2, O2, .... = 0
·
Biloks atom unsur logam gololngan IA
seperti Li, Na, K yang berikatan dalam senyawa = +1
·
Biloks atom unsur logam gololngan IIA
seperti Be, Mg, Ba yang berikatan dalam
senyawa = +2
·
Biloks atom hidrogen yang berikatan
dengan senyawa = +1
·
Biloks atom oksigen yang berikatan
dengan senyawa = +2
·
Biloks atom unsur golongan VIIA seperti
F, Cl, Br, yang berikatan dengan senyawa= -1, kecuali dalam senyawa okso
memiliki biloks +1, +3, +5, +7
·
Jumlah total biloks senyawa = 0
·
Jumlah total biloks ion = jumlah
muatannya
ELEKTROKIMIA
Elektrokimia adalah reaksi redoks yang bersangkut paut dengan listrik.
Reaksi elektrokimia
dibagi menjadi 2, yaitu:
·
Sel galvani/sel volta adalah reaksi
redoks yang menghasilkan listrik. Contohnya baterai.
·
Sel elektrolisis adalah listrik yang
mengakibatkan reaksi redoks. Contohnya adalah pemurnian logam dan pelapisan
logam.
Sel galvani/sel volta
Pada gambar di atas, logam Zn
akan mengalami oksidasi, sedangkan logam Cu akan mengalami reduksi. Reaksi
kimianya adalah:
Zn → Zn2+ + 2 e, E0 = 0,76 volt
Cu2+ + 2 e → Cu, E0 = 0,34 volt
Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu, Esel = 1,1 Volt.
Fungsi dari jembatan garam adalah untuk
menetralkan kelebihan anion dan kation pada larutan dan untuk menutup rangkaian
sehingga reaksi dapat berlangsung terus-menerus.
Sel Elektrolisis
Pada sel elektrolisis,
katoda akan tereduksi dan anoda yang akan teroksidasi.
Pada katoda, terdapat
2 kemungkinan zat yang ada, yaitu:
·
kation (K+) atau
·
air (H20) (bisa ada atau
tidak ada tergantung dari apa yang disebutkan, cairan atau lelehan.)
Pada anoda, terdapat 3 kemungkinan zat yang ada, yaitu:
anion (A-) atau air (H20) (bisa ada atau tidak ada
tergantung dari apa yang disebutkan, cairan atau lelehan.) elektroda, elektroda
ada 2 macam, inert (tidak mudah bereaksi, ada 3 macam zat yaitu platina (Pt),
emas (Aurum/Au), dan karbon (C)) dan tak inert (mudah bereaksi, zat lainnya
selain Pt, C, dan Au).
KOROSI
Korosi adalah reaksi redoks antara logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa yang tak di kehendaki. Korosi biasa di
sebut pengkaratan, contoh yang lazim adalah pengkaratan besi. Pada peristiwa
korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen ( Udara ) mengalami
reduksi, karat logam pada umumnya adalah berupa oksida atau karbonat.
Ø Faktor-faktor
yang menyebabkan korosi besi
Karena adanya oksigen
( Udara ) dan air.
Ø Cara-cara
pencegahan korosi besi antara lain :
1. Mengecat
2. melumuri
dengan oli atau gembuk
3. di salut
dengan plastik
4. Tin plating (
pelapisan dengan timah )
5. Galvanisasi (
Pelapisan dengan Zink ))
6. Cromium
Plating (pelapisan dengan kromium )
7. Sacrifical
Protection ( Pengorbanan Anode )
Korosi Aluminium
Aluminium, Zink dan Kromium merupakan logam yang lebih aktif dari pada besi
namun logam-logam ini lebih awet, karena pengkaratan terhenti setelah lapisan
tipis oksida terbentuk. Lapisan ini dapat dibuat tebal melalui elektrolisis
proses yang di sebut anodizing. Aluminium yang telah mengalami proses ini di
gunakan untuk membuat panci, kusen, pintu dan jendela. Lapisan oksida aluminium
lebih mudah di cat dan memberi efek warna yang lebih terang.
TEORI ASAM BASA
1. Ciri-ciri
Asam :
a) Rasanya
asam,
b) Terasa
menyengat bila disentuh,
c) Nilai
pH kurang dari 7,
d) Mengubah
warna lakmus biru menjadi merah,
e) Dapat
menghantarkan arus listrik,
f) Menetralkan
basa.
2. Ciri-ciri
Basa :
a) Berasa
pahit,
b) Licin
seperti sabun,
c) Nilai
pH lebih dari 7,
d) Mengubah
warna lakmus merah menjadi biru,
e) Dapat
menghantarkan arus listrik,
f) Menetralkan
asam.
§ Asam kuat
dan basa kuat : (mendekati 1)
Ex : asam kuat à H2SO4,
HNO3, HCl, HClO4,HBr
Basa kuat à KOH, NaOH, Mg(OH)2,LiOH
§ Asam lemah dan basa lemah: (sgt jauh dari
1)
Ex : asam lemah à H2CO3,CH3COOH,HCN,
H3PO4
Basa lemah à Fe(OH)3, NH4OH, Al(OH)3
o Tetapan
kesetimbangan pengionan asam = Ka
Semakin tinggi
Ka, semakin kuat asam
o Tetapan
kesetimbangan pengionan basa = Kb
Semakin tinggi
Kb, semakin kuat basa
o Tetapan
Kesetimbangan autoionisasi air = Kw
Terjadi karena adanya sifat
amfiprotik air
Asam/Basa Kuat:
à elektrolit kuat (mengion hampir sempurna
dalam air)
pH dapat ditentukan langsung dari nilai
konsentrasi (C) asam dan basa tersebut.
[H+]= C asam.valensi
asam [OH-]= C basa.valensi
basa
Asam/Basa Lemah:
o Konsentrasi
H+ dari asam dan OH- dari basa bergantung pada
derajat ionisasi (α)dan tetapan ionisasi (Ka (asam) atau Kb
(basa))
[H+] = √ Ka.C asam
[OH-]= √ Kb.C basa
pH = - log
[H+]
pH + pOH = 14
pOH = - log [OH-]
Ket: C=konsentrasi (Molaritas)
LIMBAH KIMIA
Coolant
adalah bahan aktif Ethylene Glycol dan juga Propylene Glycol dimana senyawa kimia ini memiliki titik
beku yang sangat luar biasa rendah, akan menjamin kestabilan suhu dari senyawa
atau campuran bahan itu sendiri, sehingga aman bagi radiator, water pump,
thermostat, bahkan untuk radiAator yang berbahan dasar alumunium. Dan tentu
saja semua masalah masalah, seperti mesin cepat panas, korosi pada radiator,
bahkan radiator jebol, dapat teratasi.
Etilena glikol
Etilen glikol cukup beracun dengan LDLO = 786 mg/kg untuk manusia.
Bahaya utama terletak pada rasa senyawa ini yang manis. Karena itu, anak-anak
dan hewan sering tak sengaja mengonsumsinya melebihi dosis maksimal yang
diperbolehkan. Ketika terhirup, etilen glikol teroksidasi menjadi asam glikolat dan kemudian menjadi asam oksalat, yang bersifat racun. Etilen glikol
dan produk sampingnya yang beracun akan menyerang sistem saraf pusat, jantung
dan ginjal serta dapat bersifat fatal jika tidak segera ditangani.
Produk antibeku yang digunakan pada kendaraan
mengandung propilen glikol sebagai pengganti etilen glikol
karena lebih aman, disebabkan rasanya yang tidak enak.

Wah, sangat bermanfaat sekali gan buat pembelajaran
BalasHapusGame Android
Mantab, tapi warna tulisannya kurang jelas
Informasi Terbaru
Cocok buat ngerjain tugas gan
Mantab gan jadi paham dengan Ilmu Dasar Kimia untuk tugas sekolah
BalasHapus